Selasa, 06 Mei 2008

4. Sejarah alam semesta : Perspektif Al-Quran

Alam semesta ditinjau dari perspektif sains dan Al-quran cukup menarik untuk ditelaah. Tulisan ini terdiri dari 5 rangkaian tulisan yang saling berhubungan dan sinambung, yaitu :
(1) pengantar.
(2) sejarah alam semesta menurut perspektif sains,
(3) masa depan alam semesta menurut perspektif sains,
(4)
sejarah alam semesta dalam perspektis Al-quran (bagian ini sedang anda buka sekaran), dan
(5) masa depan alam semesta menurut perspektif Al-quran.



Alam semesta adalah ciptaan Allah Swt.

Al-Quran menyatakan bahwa alam semesta adalah ciptaan (creation) Allah Swt, dari ketiadaan menjadi ada. Alam semesta tidak terjadi begitu saja seperti yang sudah ada sekarang ini.

[QS Al-Baqarah.2:117] Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.

Alam semesta dulunya adalah satu butir “meteri pejal”.

[QS Al-Anbiyaa’ (21):30] bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.

Suatu “bunyi trompet” telah mengawali alam semesta.

[6:73]Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak.

Tersirat pada kalimat "diwaktu sangkakala ditiup" terjadi "bunyi" dan perumpamaan ini selaras dengan suatu ledakan besar. Ledakan besar (sains=bigbang, Al-Quran=tiupan/bunyi sangkakala) telah memulai alam semesta kita. Ledakan ”benda pejal” (sains=dark matter, Quran= sesuatu yan padu) telah memulai terbentuknya langit kita. Allah mencipta langit dan bumi dengan benar (otomatisasi hukum-hukum alam, ilmu segala sesuatu), Dia mengetahui yang gaib (atom, enersi,gelombang/sinar tak tampak) dan yang tampak (benda-benda langit/planet/galaksi, sinar tampak).

Langit ditinggikan tanpa tiang.

[QS Qaaf (50):6] Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun ?

[Quran, Surah Ar-Rald (13):2] Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.

Perumpamaan "langit ditinggikan tanpa tiang" selaras dengan temuan sains abad 20 yaitu alam semesta mengembang (expansion of the universe), sejak terjadi bigbang hingga saat ini.
Teori bigbang dan expansion of the universe sebagai temuan sains terbesar abad 20 ternyata telah diisyaratkan dalam Al-quran sejak 1400 tahun yang lalu. Bagaimana mungkin seorang nabi (muhammad Saw) yang buta huruf bisa merumuskan sejarah alam semesta ini hanya dalam kalimat pendek dalam Al-quran?. Temuan sains telah membuktikan bahwa Al-quran benar-benar firman Allah Swt. Perhatikan video di bawah ini.



Video di bawah ini adalah kesaksian seorang saintis Rusia akan keselarasan dan kesesuaian teori bigbang dengan Al-quran. Dia yang semula ateis menyatakan diri memeluk islam secara terbuka dalam dan disiarkan melalui salah satu TV di timur tengah.


Tidak ada komentar: